KABUPATEN BOGOR MASUK 6 BESAR FINALIS ANUGERAH PEMERINTAH DAERAH INOVATIF TAHUN 2020

Pemerintah Kabupaten Bogor menjadi salah satu finalis yang berhak mengikuti seleksi presentasi untuk “Anugerah Inovasi Indonesia 2020” kategori “Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif” yang digelar Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Penilaian seleksi presentasi bagi pemerintah daerah tingkat kabupaten berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2020. Selain Kabupaten Bogor finalis lainnya yang tampil presentasi yaitu Kabupaten Badung, Wonogiri, Semarang, Kendal dan Pati.

Bupati Bogor, Ade Yasin dalam penyampaian presentasinya didampingi Sekretaris Bappedalitbang, Ir. Dadang S. Iskandar, M.Si dan Kabid Litbang Bappedalitbang, Drs. Iskandar Zulkarnain, SE, M.Si. Dalam presentasinya Bupati Bogor menyampaikan tentang materi penguatan inovasi di Kabupaten Bogor yang disampaikan secara virtual dari ruang kerjanya di Komplek Pemkab Bogor, Cibinong.

Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif merupakan penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota terkait pengembangan ekosistem inovasi di daerah guna mendukung peningkatan daya saing daerah. Outputnya berupa penyusunan model pemetaan indeks daya saing daerah (IDSD) yang dapat menggambarkan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan potensi yang dimilikinya dan sebagai refleksi tingkat produktivitas, kemajuan, persaingan dan kemandirian suatu daerah.

Penilaian terhadap daerah terbaik menggunakan empat aspek utama yakni, aspek ekosistem inovasi, aspek market/target produk inovasi, aspek sumber daya manusia dan aspek faktor pengkuat. Dari keempat komponen tersebut, maka dihasilkan IDSD yang digunakan untuk melakukan pemeringkatan daerah terbaik.

Tahap pertama para peserta akan melengkapi 97 indikator melalui kuisioner dengan pertanyaan yang sifatnya tertutup dan searah dengan skala pilihan jawaban 1-5. Pada tahap ini, Kabupaten Bogor melalui bidang litbang Bappedalitbang telah melakukan tahap pengumpulan data yang diawali dengan koordinasi melalui SKPD dan stakeholder terkait lainnya pada Juli 2020. Selanjutnya, data yang terkumpul diinput dalam aplikasi IDSD Kemenristek/BRIN dengan batas akhir penginputan September 2020.

Enam daerah dari masing-masing katagori dengan penilaian IDSD tertinggi akan dipanggil untuk dilanjutkan ke tahap kedua yaitu presentasi kepada juri. Juri pada tahap kedua terdiri dari pakar kebijakan publik, pakar inovasi, praktisi inovasi baik dari institusi pemerintah, dunia usaha/industri, perguruan tinggi/lembaga litbang maupun praktisi lainnya.

Pada tahap presentasi terdapat lima kriteria yang menjadi dasar penilaian. Pertama, inovasi pemerintah daerah dalam mendorong tumbuh kembangnya inovasi di daerah meliputi kepemimpinan, kebijakan, anggaran, Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA), start up, dan budaya inovasi.

Terkait kriteria yang pertama, Bupati Bogor menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Bogor telah menuangkan kebijakan terkait inovasi daerah dalam bentuk Perda, Perbup, SK bupati dan SE Bupati dalam rangka mendukung daya saing dan inovasi daerah. Selanjutnya, dilakukan pembinaan inovasi daerah sampai tahap penciptaan inovasi melalui strategi One Inovation – One Institution, One Inovation – One Village dan menyelenggarakan kompetisi inovasi.

Kriteria kedua yakni kolaborasi dengan akademisi, pebisnis, pemerintah, dan komunitas (ABG+C). Bupati menyampaikan sejumlah langkah kolaboratif dalam mencapai keberhasilan pembangunan, yaitu kerjasama dengan international online marketplace alibaba.com yang telah berhasil mendorong ekspor produk UMKM kecap kelapa organik ke Amerika dan Kanada. Kerjasama lainnya dilakukan dengan LIPI yang menjadikan Kabupaten Bogor sebagai percontohan Teknologi Kota Pintar LIPI (internet of things), kerjasama dengan Teman Sehat yaitu aplikasi deteksi Covid-19, dan Forum CSR (500 perusahaan) dalam membangun Kabupaten Bogor.

Kriteria ketiga yaitu Produk Unggulan Daerah yang dihasilkan memberikan nilai tambah, produktivitas, dan meningkatkan daya saing daerah. Bupati menjelaskan, produk unggulan Kabupaten Bogor diantaranya beras Carita Makmur, tanaman hias, buah manggis, jambu kristal, beragam jenis kopi (kopi robusta, kopi cibulao, kopi sidemang, kopi catang malang), susu murni, ikan hias dan ikan lele.

Kriteria keempat adalah ketersediaan infrastruktur digital untuk pengembangan inovasi daerah, dimana Kabupaten Bogor telah menyediakan wifi gratis di 240 titik se Kabupaten Bogor dari 500 titik yang direncanakan dan selesai tahun 2020, fiber optic di seluruh kecamatan, desa digital, smart village dan Kampung Perikanan Digital (eFishery).

Selanjutnya, kriteria kelima yakni inovasi untuk untuk pencegahan, penanggulangan serta pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Inovasi tersebut diimplementasikan di Kabupaten Bogor mencakup 4 kategori. Pertama, kategori Quick Response terdiri dari: Crisis Center; Call Center Kegawatdaruratan Pangan; membentuk 3.759 RW Siaga Corona; menjadikan 4 RSUD sebagai RS Rujukan Covid-19; membentuk Pusat Isolasi Mandiri; Layanan Konsultasi Online seputar Covid-19 (Aplikasi KIJANG Covid-19); Tele Health (Cek Mandiri Covid-19), Chat Me (Ciawi Heart and Trauma Medical Emergency); Mengoptimalkan 435 Mobil Siaga Desa; Leuwikarsa (Aplikasi Sistem Pemantauan Pasien Pasca Sembuh Covid); Mitra Tohaga Online (Aplikasi Belanja Online). Kedua, kategori Public Knowledge terdiri dari: membuat portal BUSISCA (Bogor Untuk Siap Siaga Corona); Hotline Layanan SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu); iBogorKab (Digital Library) dalam rangka mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ); dan optimalisasi medsos pemkab, SKPD, kecamatan, dan desa. Ketiga, kategori ketangguhan massal terdiri: Bansos kepada 200.000 kpm  (beras 30 kg selama tiga bulan), ATM Beras; Cadangan Pangan Desa; Membentuk Relawan Perawatan Keluarga Covid-19 (20 Orang Per Desa); Membentuk Kampung Tangguh Covid-19; dan SAMARGA(Satu Masker Satu Warga). Keempat, kategori npemulihan ekonomi terdiri dari: program Galeri Ade Yasin dengan mempromosikan produk-produk UMKM di akun IG Bupati; relaksasi pajak; fasilitas kemudahan perizinan UMKM; bantuan permodalan untuk UMKM dan korban PHK; serta lomba video kreatif  dan menyanyi di tempat pariwisata.

Pemenang Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif 2020 akan diumumkan pada 10 November 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Berita Lainnya :

TINDAK LANJUT HASIL USULAN MUSRENBANG KECAMATAN TE... Senin, 12 Februari 2018 bappedalitbang Bidang PEMPP tidak hanya membahas mengenai Evaluasi Pasca Pelaksanaan Forum Perangkat Daerah dan Tindak Lanjut ...
PELATIHAN APLIKASI ARCGIS SERVER DAN ARCGIS DEKSTO... ArcGIS Server adalah perangkat lunak yang dapat membantu ArcNesian untuk membagikan konten spasial yang ArcNesian miliki secara lokal maupun publik me...
Pembahasan Draft Kesepakatan Bersama antara Pemeri... Rapat Pembahasan draft Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kabupaten Bogor deng...
Pembahasan tentang pengembangan taman teknologi pe... Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cigombong merupakan salah satu Agro Techno Park yang dibangun oleh Balitbangtan-Kementan RI di 26 kabupaten di seluruh...