PERTEMUAN MONITORING PERSIAPAN AKHIR GEOPARK PONGKOR MENUJU GEOPARK NASIONAL DAN PAMERAN PRODUK INOVASI SEBAGAI PENDUKUNG GEOPARK PONGKOR

  • Kegiatan diselenggarakan sebagai tindak lanjut surat Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata No 406/SRT/Asdep. WAB/IX/Kempar/2018 tanggal 17 September 2018 perihal monitoring persiapan akhir Geopark Pongkor menuju Geopark Nasional
  • Pertemuan monitoring persiapan akhir Geopark Pongkor menuju Geopark Nasional dan pameran produk inovasi sebagai pendukung Geopark Pongkor, dilaksanakan pada tanggal 01 Oktober
  • Kegiatan ini dihadiri 150 orang terdiri dari SKPD, RSUD, Kecamatan, Universitas/akademisi dan perusahaan di Kabupaten Bogor.
  • Narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari:
  1. Ir. Hj. Syarifah Sofiah, M.Si
  2. Deny Sukamto K, MT
  3. Shobirin Sukian, SE, MSi
  4. Yunus Kusumahbrata
  5. Oki Oktariadi, M.Sc
  • Kegiatan dilaksanakan dengan pembahasan sebagai berikut:
  1. Pemaparan Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor

Deliniasi kawasan Geopark Pongkor seluas 130.157,47 Ha terdiri dari 15 kecamatan dan 172 desa dengan PDRB terendah terdapat di Kecamatan Sukajaya dan yang tertinggi di Kecamatan Nanggung. Penamaan Pongkor dipilih karena memiliki nilai geologi yang sangat tinggi dan memiliki makna secara internasional. Tema Geopark Pongkor adalah “EVOLUSI BUSUR MAGMA KUARTER, BERASOSIASI DENGAN
MINERALISASI LOGAM MULIA TIPE PONGKOR”
. Geopark Pongkor bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat tetapi juga meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat melalui edukasi tentang pentingnya konservasi geosite. Implementasi yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung Geopark Pongkor dilakukan dari segi infrastruktur, pariwisata dan edukasi (sosialisasi). Lebih lanjut dilakukan perencanaan dan implementasi program dalam rangka mewujudkan Geopark Pongkor menuju Unesco Global Geopark (UGG).

  1. Pemaparan Akademisi (Universitas Pakuan)

Geopark Pongkor merupakan warisan luar biasa terdiri dari geologi, biologi dan budaya yang terjadi akibat proses evolusi busur magmatis. Berdasarkan keadaan geologinya, Geopark Pongkor dibagi menjadi 4 Kluster Geologis, yaitu: Kluster Geologis Pongkor, Kluster Geologis Leuwiliang, Kluster Geologis Tenjolaya dan Kluster Geologis Parung. Warisan geologi Geopark Pongkor mencakup warisan tektonik, magmatis, sedimentasi, bentang alam dan bencana alam geologi yang harus dilakukan langkah mitigasi bencana. Selanjutnya, warisan biologi Geopark Pongkor terdiri dari 4 kawasan perlindungan yaitu Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kawasan Konsesi Pertambangan Emas Pongkor, Suaka Cagar Alam Dungus Iwul dan Suaka Cagar Alam Yan Lapa. Warisan budaya juga banyak ditemukan di geosite Geopark Pongkor yang memiliki hubungan keterkaitan dengan warisan biologi dan geologi.

  1. Pemaparan PT Antam

PT Antam mengembangkan 3 program pasca tambang yaitu program pengembangan masyarakat menuju pasca tambang, program Agrogeoedutourism dalam mendukung pengembangan Geopark Pongkor dan sinergi UBPE dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mendukung pengembangan Geopark Pongkor. Pelaksanaan pengembangan masyarakat menuju pasca tambang mencakup 6 bidang yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, sosial budaya, lingkungan dan peningkatan kapasitas kelembagaan. Implementasi dari kegiatan tersebut adalah ketersediaan supply air bersih untuk Jabodetabek, mencegah kembalinya peti, mengurangi kantong kemiskinan, mensinergikan program-program pembangunan lintas sektor, pengembangan Center Of Excellence Underground Mineral Mining di Indonesia, sosialisasi/edukasi untuk masyarakat dan siswa sekolah yang bertujuan menjaga dan mencintai lingkungan di sekitar kawasan serta meningkatkan peran women in geopark.

  1. Pemaparan Kementerian Pariwisata

Pengembangan Geopark merupakan bagian dari kebijakan strategis Pemerintah Indonesia (Bappenas) dimana pariwisata dijadikan sebagai leading sector. Tahapan pengembangan Geopark dimulai dari penetapana Geopark Lokal, Geopark Nasional  yang dilakukan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) bersama dengan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO-KNIU melalui kegiatan verifikasi dan penetapan. Tahap selanjutnya adalah Geopark Global yang diusulkan oleh KNGI (asesmen dan penetapan oleh UNESCO). Pengembangan geopark juga haris bersinergi dengan unsur lainnya yang dikenal dengan pentahelix stakeholders. Tujuh langkah strategis menuju Geopark Nasional Pongkor terdiri dari pengumpulan data geoheritage, bioheritage dan culture heritage, menyeleksi dan menetapkan cluster geosite sesuai tema dan subtema, menetapkan lambang geopark sesuai aspirasi stakeholder utama, membentuk lembaga pengelola (multi stakeholder), membentuk dan menetapkan sekretariat (alamat, no. telp dan website), melengkapi dokumen dan menetapkan delineasi kawasan Aspiring Geopark Pongkor, melaksanakan FGD dan sosialisasi, serta menetapkan kawasan Aspiring Geopark Pongkor dengan SK Kepala Daerah (sesuai hierarkis).

  • Kesimpulan dan saran dalam kegiatan ini sebagai berikut:
  1. Geopark Pongkor yang memiliki nilai-nilai internasional secara keilmuan harus dapat menghubungan elemen warisan geologi dengan biologi dan budaya.
  2. Jika Geopark Pongkor telah menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark maka harus memasukan iuran anggota UGG sebesar $ 1500 dalam anggaran pemerintah daerah
  3. Pengelolaan Geopark harus memenuhi tiga syarat yaitu memiliki imagine/mimpi untuk menjadi lebih maju, harus ada visi yang diimplementasikan dalam tindakan serta bersifat bottom up agar tetap berkelanjutan.
  4. Harus ada spot tertentu dalam Geopark Pongkor dan konsep usahanya dengan pengelolaan melalui bumdes
  5. Satu tiket harus dapat terintegrasi dalam geosite di Geopark Pongkor
  6. Kawasan wisata Kawaci yang dikembangkan PT Antam dapat menjadi contoh/pelopor bagi yang lain

Geopark sentral terdapat di Nanggung dan dijadikan ikon Kabupaten Bogor

Berita Lainnya :

SINERGITAS PERGURUAN TINGGI DALAM PEMBANGUNAN KABU... Pada hari Senin, 7 Agustus 2017 dilakukan Penglepasan Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Terintegrasi Mahasiswa Universitas Ibn Khaldun Bogor Ta...
Potensi Wilayah Bogor Timur Potensi Wilayah Bogor Timur, Pembangunan ekonomi daerah melalui pendekatan yang bersifat ekonomi politik seperti desentralisasi ekonomi, otonomi daera...
KORDINASI JARINGAN PENELITIAN Cibinong(19/01), Pada Rapat Kordinasi Jaringan Penelitian Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor 19 Januari ...
PENGUATAN MANAJEMEN KINERJA BAGI APARATUR PERENCAN... Kinerja aparatur mencerminkan kinerja penyelenggaraan Pemerintah Daerah, oleh karena itu kualitas aparatur menjadi bagian yang penting dan harus diper...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *