Kajian Pengembangan Sentra UMKM di Kabupaten Bogor

Selasa(26/09/17) Bidang Litbang Bappedalitbang mengadakan kajian Pengembangan UMKM di Kabupaten Bogor, pada pembahasan ini dihadiri kurang lebih 23 OPD dan Kecamatan yaitu:  Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bidang Pemerintahan dan pendanaan Bappedalitbang, Bidang Kesejahtraan dan Sosial Bappedalitbang, Bidang Ekonomi Bappedalitbang, Bidang Sarana Prasarana, Tata ruang dan Lingkungan Hidup Bappedalitbang, Kec. Leuwisadeng, Kec. Sukamakmur, Kec. Cigudeg, Kec. Sukajaya, kec. Nanggung, Kec. Tanjungsari, Kec. Cariu, Kec. Babakan Madang, Kec. Megamendung, Kec. Caringin, Dra. Henny Suharyati. MA, Herman, SE.MM, Dion Achmad Armadi.

Maksud dan Tujuan dari Kajian Pengembangan UMKM di Kabupaten Bogor adalah untuk memberikan gambaran dan informasi berkaitan dengan kondisi UMKM yang ada di kabupaten Bogor. Tujuan yang ingin dicapai yaitu identifikasi produktifitas masyarakat dalam mengeksplorasi potensi sumberdaya alam yang dimiliki, identifikasi daya saing hasil produksi pertanian, komoditi unggulan di masing-masing kecamatan, menumbuhkembangkan minat masyarakat dalam berwirausaha serta meningkatkan kesejahtraan perekonomian masyrakat.

Ruang Lingkup Kajian 10 kecamatan dengan IPM terendah, IPM meliputi Pendidikan, Kesehatan, Dan Daya Beli masyarakat. Mengapa IPM terendah? Karena IPM rendah, karena dipengaruhi oleh Daya Beli, serta pendapatan yang tidak sebanding, Skala Usaha yang kecil. Untuk itulah mengapa dibutuhkannya Strategi untuk membangun atau menyusun potensi dan strategi dalam sentra UMKM.

Dari 361 UMKM terdaftar pada Tahun 2016, baru 29% yang memiliki legalitas atau sebanyak 106 UMKM, pentingnya legalitas sangan dibutuhkan oleh pemerintah agar dapat mendata suatu UMKM dengan akurat. Selain itu, Dilihat dari share modal berdasarkan tiap kecamatan, hanya Leuwisadeng dan Tenjolaya yang memiliki Modal Lebih Besar. Hal ini dikarenakan jumlah UMKM di Kedua Lokasi tersebut jauh lebih banyak.

Berita Lainnya :

Penghargaan Pembangunan Daerah 2018 Rabu, tanggal 20/03/2018 Bappedalitbang Kabupaten Bogor kedatangan Tim Penilai Provinsi(Tim Penilai Independen dan Tim Penilai Utama) dalam Nominasi P...
GELAR INOVASI DAERAH TINGKAT KABUPATEN BOGOR TAHUN... Gelar Inovasi Daerah Tingkat Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2017 merupakan tahun ke-2 dilaksanakan nya kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kual...
PERSIAPAN MUSRENBANG PROVINSI JAWA BARAT MELALUI T... Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2018, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyelenggarakan d...
RENCANA PELEBARAN JALUR PUNCAK Jumat, (04/08/17) Bappedalitbang menggelar Rapat mengenai kemacetan Puncak yang di hadiri oleh Kepala Bappedalitbang, Komite Perencana, PHRI, Kepolisi...