ASPIRING PONGKOR GEOPARK

Penamaan Geopark, kenapa dipilih nama “ PONGKOR “ Karena nama “Pongkor” memiliki nilai Geologi yang sangat tinggi dan memiliki makna secara internasional. Geopark Pongkor memiliki tema, yaitu “Evolusi Busur Magma kuarter, Berasosiasi dengan Mineralisasi Logam Mulia Tipe Pongkor”, yang memiliki makna yaitu :

  • Keberlangsungan dinamika tekntonik sejak awal Miosen hingga Kuarter yang menghasilkan, pengangkatan cekungan busur belakang menjadi daratan dan diikuti oleh proses evolusi gunung api Pliosen hingga Holosen yang menghasilkan mineralisasi emas tipe pongkor.
  • Endapan emas-perak Pongkor merupakan ebdapan Epitermal Sulfida rendah tipe Urat(Kuarsa-Karbonat-Adularia), yang berasosiasi dengan Mn.

A. Karakteristik Bentang Alam Geopark

  • Bentang Alam yang dipengaruhi oleh adanya lipatan dan patahan batuan akibat tektonik masa lalu.
  • Bentuk bentang alam, akibat aktivitas magmatis
  • Bentang alam lembah dan dataran

B. Bentuk Bentang alam Geopark Pongkor

  1. Dipengaruhi oleh adanya lipatan dan patahan batuan akibat tektonik masa lalu.
  2. Bentuk bentang alam, aibat aktivitas magmatis
  3. Geomorfologi lembah dan dataran

C. Pemerian Situs Geologi dan Non Geologi

Berdasarkan keadaan Geologinya, Geopark Pongkor dibagi menjadi 4 Kluster Geologis, yaitu :

  1. Kluster Geologis Pongkor
  2. Kluster Geologis Leuwiliang
  3. Kluster Geologis Tenjolaya
  4. Kluster Geologis Parung

1. Situs Geologi

  • Berdasarkan sebaran data geodiversity, biodersity dan culture diversity yang tersebar di area Geopark Pongkor, di peroleh sekitar 91 lokasi dan area yang dapat dikategorikan memiliki keanekaragaman baik geologi, biologi maupun budaya.
  • Dapat ditentukan sebanyak 33 lokasi yang di kategorikan sebagai “Situs Geologi”.

Situs Geologi (Geo-Site) “ Suatu lokasi yang terbentuk secara alami dan mengandung komponen keragaman geologi tertentu yang unik, langka dan benilai keilmuan tinggi.”

A. POTENSI GEOWISATA GEOPARK PONGKOR

  • GEOWISATA TAMBANG (Emas, Galena, Eks Tambang Liar/Gurandil, Dsb)
  • GEOWISATA GUNUNGAPI (Purba dan Holosen)
  • GEOWISATA AIR TERJUN (Tersebar di hampir seluruah Kluster Geologis)
  • GEOWISATA PANAS BUMI (Geothermal dan Mata air panas)
  • GEOWISATA PEMANDANGAN GEOLOGI / BENTANG ALAM (Pegunungan, perbukitan, lembah, dataran, dsb)
  • GEOWISATA CAVING & PANJAT TEBING (Goa Godawang dan Cibodas Ciampea)
  • GEOWISATA SUNGAI (Arung jeram di Ciaruteun)

B. TIPE SITUS GEOLOGI

  • BERMAKNA INTERNASIONAL : Mineralisasi Tipe Pongkor
  • BERMAKNA NASIONAL : Struktur Colonade & Entablature di Curug Lontar

                                                   : Curug Berundak & Curug Cikawung (Kawah Purba ?)

                                                   : Endapan Travertain di Gunung Panjang

                                                   : Kawah Ratu & Geothermal Cianten, dsb

  • BERMAKNA PENDIDIKAN : yang di manfaatkan oleh Perguruan Tinggi & SMK
    • Alterasi & Mineralisasi Gn. Pongkor & Gn. Dahu
    • Lembah Antiklinorium Leuwiliang
    • Kawah Ratu & Geothermal Cianten
    • Karts Goa Gudawang
    • Intrusi Dike Bukit Pabangbon

2. Situs Non Geologi (Biologi)

  • Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), ditetapkan sebagai Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) berdasarkan SK. Menteri Kehutanan RI No. SK.776/MENHUT-II/2009, dengan luas araea mencapai 113.357 Ha,

  • Kawasan Konsesi Pertambangan Emas Pongkor

Kawasan penambangan UBPE Pongkor ini berbatasan dengan kawasan TNGHS, sehingga  dari keberadaan keanekaragaman hayati (flora dan fauna), banyak persamaan/ tidak jauh berbeda, disebabkan memiliki tipe ekosistem yang relatif sama, sehingga menjadikan kawasan ini sebagai habitat bagi jenis dan spesies tumbuhan/vegetasi dan satwa yang sama.

  • Suaka Cagar Alam Dungus Iwul

Kawasan hutan Dungus Iwul ditetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan GB (Gouverneur Besluit) No. 23 staadsblat 99 tanggal 21 Maret 1931 dengan luas ± 9 Ha, dan pengelolaannya dibawah BKSDA Wilayah I – Bogor.  Secara geografis cagar alam ini berada pada 6⁰31′00″ LS dan 106⁰26′00″ BT dan topografi yang relatif datar dengan ketinggian rata-rata 175 m dpl. Secara administratif, Cagar Alam Dungus Iwul, terletak di Kp. Cigeuleung, Desa Tapos, Kec. Jasinga, Kabupaten Bogor.

  • Suaka Cagar Alam Yan Lapa

Kawasan hutan Yan Lapa ditetapkan sebagai Cagar Alamberdasarkan SK Menteri Pertanian RI No. 137/Um/1956 tanggal 28 Maret 1956 dengan luas 32 Ha, dan pengelolaannya dibawah BKSDA Wilayah I-Bogor. Secara geografis berada pada 7⁰11′20″ – 7⁰20′20″ LS dan 161⁰08′27″ – 161⁰13′59″ BT dan topografi relatif datar dengan ketinggian sekitar 1350 m dpl. Secara administratif, CA Yan Lapa terletak di Kp. Hanjeur, Desa Tapos, Kec. Jasinga, Kabupaten Bogor.

3. SITUS NON GEOLOGI (BUDAYA)

Situs budaya di Geopark Pongkor dapat dilihat berdasarka budayan masa lalu dan budaya masa kini.

  • Budaya masa lalu dicirikan oleh adanya situs-situs keagamaan seperti menhir, dolmen yang tidak digunakan untuk penguburan, kursi batu, teras batu, punden berundak, tangga batu, arca megalitik sederhana, batu prasasti, dsb.
  • Budaya masa lalu dapat juga dicirikan oleh budaya masyarakat yang sudah berlangsung turun temurun, seperti bertani, peninggalan sejarah kerajaan atau masa penjajahan,
  • Budaya masa kini, yang lebih modern sering memanfaatkan lokasi-lokasi situs geologi untuk dijadikan sebagai wilayah pertambangan, pertanian, perekonomian dan juga kegiatan wisata.

Berita Lainnya :

PERANAN INTEGRATIF PENANGANAN MASALAH SOSIAL DAN P... Rabu 31 Januari 2018, Bappedalitbang mengadakan Penajaman mengenai Perencanaan Integratif Penanganan Masalah Sosial dan Potensi Ekonomi, yang dipapark...
PENGUATAN MANAJEMEN KINERJA BAGI APARATUR PERENCAN... Kinerja aparatur mencerminkan kinerja penyelenggaraan Pemerintah Daerah, oleh karena itu kualitas aparatur menjadi bagian yang penting dan harus diper...
Bupati Bogor dalam lomba Innovative Government Awa...   Rabu, 25/10/17 dilaksankannya Seleksi Lomba IGA khususnya sesi presentasi dari kepala daerah. Syukur Alhamdulillah Kabupaten Bogor masuk dalam 10...
Jadwal Presentasi/Pemaparan Gelar Inovasi Daerah T... Gelar Inovasi Daerah Tahun 2017 sudah memasuki tahap penyeleksian peserta GID, para inovator mulai memaparkan hasil inovasi yang mereka buat. pada tah...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *