ANALISIS INDEK PEMBANGUNAN MANUSIA DI 40 KECAMATAN DI KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018

Bappedalitbang, 9 januari 2019 melakukan hasil mengenai Analisis Indeks Pembangunan Manusia di 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor Tahun 2018. Pembangunan manusia adalah upaya yang dilaukan untuk memperluas peluang penduduk untuk mencapai hidup layak (enlarging the choice of people), yang secara umum dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas dasar dan daya beli. IPM mengukur pencapaian rata-rata suatu regional berdasarkan 3 aspek utama: kesehatan, pengetahuan, dan standar hidup.

Dimensi/indicator pembentuk IPM :

  • Kesehatan : Angka Harapan Hidup saat Lahir (AHH)
  • Pengetahuan : Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS)
  • Standar Hiudp : Pengeluaran Per Kapita

Komponen IPM, Angka Harapan Hidup Saat Lahir (AHH)

Didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir.

Komponen IPM, Rata-rata Lama Sekolah (RLS)

Rata-rata Lama Sekolah (RLS) didefinikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk dalam menjalani pendidikan formal. Cakupan penduduk yang dihitung RLS adalah penduduk berusia 25 Tahun ke atas, dengan asumsi pada umur 25 tahun proses pendidikan sudah berakhir.

Komponen IPM, Harapan Lama Sekolah (HLS)

Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinikan sebagai lamanya sekolah (dalam Tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. HLS dihitung pada usia 7 tahun ke atas karena mengikuti kebijakan pemerintah yaitu program wajib belajar. Untuk mengakomodir penduduk yang tidak tercakup dalam susenas, HLS dikoreksi dengan siswa yang bersekolah di pesantren. Sumber data pesantren yaitu dari direktorat pendidikan islam.

Komponen IPM, Pengeluaran per Kapita Disesuaikan

Pengeluaran per kapita disesuaikan +ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli. Rata-rata pengeluaran per kapita setahun diperoleh dari susenas modul, dihitung dari level provinsi hingga level kab/kota. Rata-rata pengeluaran per kapita dibuat konstan/riil dengan tahun dasar 2012=100. Perhitungan paritas daya beli menggunakan 96 komoditas dimana 66 komoditas merupakan makanan dan sisanya merupakan komoditas nonmakanan. Metode perhitungannya menggunakan Metode Rao.

Berita Lainnya :

Koordinasi Perencanaan Peningkatan Daya Saing Komo... Koordinasi Perencanaan Peningkatan Daya Saing Komoditas Unggulan Kecamatan Tingkat Zona IV   Pada  hari Selasa 8 Agustus 2017 dari pukul 09.30 - 13.00...
Kegiatan Evaluasi Pelaksanan Program dan Kegiatan ... Sukaraja(8/02), BABPPEDALITBANG mengikuti kegiatan Evaluasi Rencana Umum Pengadaan melalui sistem Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Tahun Anggaran 2016 d...
BAPPEDALITBANG GELAR RAKOR PENYUSUNAN RTK KABUPATE... Pada tanggal 18 Juli 2017, Bidang Kesejahteraan Sosial Bappedalitbang Kabupaten Bogor menyelenggarakan Rapat Koordinasi “Penyusunan Rencana Tenaga...
BUPATI BOGOR MERESMIKAN BOGOR PLANNING GALLERY Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju, nyaman dan berkeadaban di Indonesia. Oleh kar...